PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI PERSEKOLAHAN

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI PERSEKOLAHAN

(Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dan Masyarakat Multikultural)2

D i s u s u n O l e h :
Eka Periaman Zai

Pasca Sarjana Universitas Negeri Padang

2013

       I.            REFERENSI

Dasim Budimansyah. 2008. Pendidikan Kesadaran Masyarakat Multikultural.

Dikdik Baehaqi Arif, Jurnal Kompetensi Kewarganegaraan Untuk Pengembangan Masyarakat Multikultural Indonesia

Yadi Ruyadi, Jurnal Pendidikan multikultural : Konsep dan Strategi Implementasi Di Persekolahan

    II.            RESUME

Negara Indonesia dalah Negara yang multikultural yakni Negara yang memiliki beranegaragam budaya, suku, agama, ras dan lain sebagainya. Dalam pandangan Clifford Geertz (Dasim Budimansyah: 2008: 2-3), menyatakan bahwa Indonesia ini sedemikian kompleksnya, sehingga sulit melukiskan anatominya secara persis. Menurut beliau, keragaman ini dapat menjadi berkah dan sekaligus musibah bagi bangsa Indonesia. Dimana jika keragaman itu bergerak tanpa arah dalam pengertian tidak menuju Indonesia yang satu karena lebih menonjolkan identitas masing-masing (communitarian culture) dari keragaman itu, niscaya akan mendatangkan musibah yang sangat besar. Oleh sebab itu, pendidikan multikultural sangat berperan penting dalam mengendalikan hal seperti ini.

Menurut Banks dalam Jurnal Kompetensi Kewarganegaraan Untuk Pengembangan Masyarakat Multikultural Indonesia yang di Tulis Oleh Dikdik Baehaqi Arif, menyebutkan bahwa pendidikan multikultural adalah konsep atau ide sebagai suatu rangkaian kepercayaan (set of believe) dan penjelasan yang mengakui dan menilai pentingnya keragaman budaya dan etnis dalam membentuk gaya hidup, pengalaman sosial, identitas pribadi dan kesempatan-kesempatan pendidikan dari individu, kelompok maupun Negara. Pendidikan multikultural ini diarahkan untuk mewujudkan kesadaran, toleransi, pemahaman, dan pengetahuan yang mempertimbangkan perbedaan kultural, dan juga perbedaan dan persamaan atara budaya dan kaitannya dengan pandangan dunia, konsep, nilai, keyakinan, dan sikap (Lawrence J.saha, 1997, dalam Aly, 2005).

Menurut gaffer (1997:9) dalam jurnal Yadi Ruyadi yang berjudul Pendidikan multikultural : Konsep dan Strategi Implementasi Di Persekolahan menyebutkan bahwa tujuan pendidikan multikultural itu hendaknya diarahkan kepada hal-hal sebagai berikut:

  1. Pendidikan multikultural sepatutnya diintegrasikan pada sistem pendidikan nasional yang meberikan penekanan khusus pada terbinanya persatuan dan sesuai dengan kebutuhan nasional.
  2. Sistem pendidikan multikultural harus mampu meningkatkan pemahaman atar budaya, kerjasama, saling menghormati, saling menghargai budaya satu sama lain, nasionalisme, wawasan nusantara dan meningkatkan daya elastisitas nasional (national resilience) sebagai identitas nasional yang harus dimiliki segenap bansa Indonesia.
  3. Filsafat pendidikan multikultural di Indonesia sebagai instrument pembentuk karakter bangsa sepatutnya tetap terpelihara, yaitu karakter Bhinehaka Tunggal Ika dan nilai-nilai pancasila.
  4. Pendidikan multikultural bertujuan menekan, mengurangi dan menghilangkan prasangka-prasangka negatif (streotip) terhadap etnis lain.

Sekaitan dengan hal yang diatas, pendidikan kewarganegaraan memliki peranan penting dalam upaya pengembangan masyarakat multikultural. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (sisdiknas), pendidikan kewarganegaraan merupakan nama mata pelajaran wajib untuk kurikulum pendidikan dasar, dan menengah dan matakuliah wajib untuk kurikulum Pendidikan Tinggi (Pasal 37). Ketentuan ini lebih jelas dan diperkuat lagi pada Pasal 37 bagian penjelasan dari Undang-undang tersebut, bahwa “pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air”. Pendidikan kewarganegaraan yang berperan penting dalam pendidikan multikultural, mempersiapkan peserta didik menjadi warga Negara yang memiliki komitment kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut dalam jurnal Yadi Ruyadi yang berjudul Pendidikan multikultural : Konsep dan Strategi Implementasi di Persekolahan, Sudjana menyebutkan bahwa tujuan pendidikan multikultural disekolah menengah umum (sekolah menengah umum terpadu-SMUT) adalah sebagai berikut:

  1. Mengembangkan konsep diri dan pemahaman diri.
  2. Mengembangkan kepekaan dan pemahaman terhadap orang lain, termasuk kelompok-kelompok budaya di Indonesia
  3. Meningkatkan kemampuan memahami dan menerima perbedaan penafsiran budayaterhadap suatu peristiwa, nilai dan perilaku.
  4. Kemampuan untuk membuat keputusan dan melakukan tindakan yang efektif berdasarkan hasil analisis dan sintesis karagaman budaya.
  5. Keterbukaan pemikiran untuk mengemukakan isu-isu yang muncul dalam kehidupan.
  6. Pemahaman tentang proses streotip, pengendalian diri untuk tidak berperilaku streotip, perasaan bangga terhadap budaya sendiri, dan penghargaan terhadap budaya orang lain.

 III.            REFLEKSI

Negara Indonesia adalah Negara yang kaya dengan budaya, adatistiadat, agama, etnis, suku dan lain sebagainya. Keragaman ini merupakan berkat dari Tuhan yang maha esa. Sehingga dalam nilai Pancasila dicantumkan nilai Ketuhanan sebagai nilai yang paling tertinggi. Negara yang multikultural ini sangat rentan dengan perpecahan apabila tidak memegang teguh makna dari Bhineka Tunggal ika yang walaupun berbeda-beda tetap satu jua. Sebagai contoh banyaknya rumah-rumah ibadah yang dibom oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab, masih terjadinya perang antar suku, dan munculnya berbagai gerakan-gerakan untuk merdeka seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Gerakan Papua Merdeka. Pendidikan multikultural sangat berperan penting dalam memberikan pemahaman kepda masyrakat dalam hal penyampaian pentingnya persatuan dan kesatuan itu sendiri. Pendidikan seperti ini dapat disampaikan melalui Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Civic education yang mengajarkan nilai-nilai Pancasila, demokrasi, politik dan tentang pemerintahan yang ada di Negara ini. Singkatnya, pendidikan Multikultural ini sangat penting diajarkan di sekolah-sekolah guna memberikan pemahaman dan penanaman makna dan nilai-nilai perbedaan itu yang terdapat di dalam masyrakat guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

24 thoughts on “PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI PERSEKOLAHAN

  1. jdi penddkn mulkulturan sngat mempengaruhi dalam sekolah 2 untk dpt meningkatkan mapel penddkn kewarganegaraan
    maka kita hrs meningkatkan mapel & makul penddkn kwn di INDONESIA untk saling menghargai,menghormati sesama kita

    Suka

    • lalu pak bagaimana cara untuk menerapkan pendidikan multikultural dalam sekolah agar siswa/i maupun mahasiswa/i dapat memahami begitu pentingnya pndidikn multikultural tersebut

      salam pendidikn multikultural
      l

      Suka

      • dimulai dari guru itu sendiri yang tidak boleh membeda-bedakan siswa/i nya dalam proses pembelajaran siti, dan guru itu juga tetap memberikan nasehat sekaligus mengingatkan kepada siswa/i bahwa keberagaman merupakan sebuah karunia bukan sebagai alat perpecahan yang akan menimbulkan pertikaian.
        Salam Multikultural..

        Suka

  2. met sore pak..

    bagaimana cara kita mengurangi dan menghilangkan prasangka negatif itu di pend, multikultural..

    Suka

    • sore jg Mardinus…
      cara mengurangi dan menghilangkan prasangka negatif terhadap keragaman budaya di indonesia ini adalah dengan cara mengadakan dialog kritis antara yang satu dengan yang lain. dialog kritis maksudnya dlm hal ini adalah adanya keterbukaan yang satu dengan yang lain dan adanya saling menghargai sehingga dapat meningkatkan pemahaman antar budaya yang berbeda. Satu hal yang cukup penting adalah dengan cara menghilangkan penyakit2 Budaya. Penyakit2 Budaya yang dimaksud dlm hal ini terdiri dari Etnosentrisme Stereotip, prasangka, rasisme, diskriminasi dan scape Goating.
      sukses selalu mardinus.
      salam Multikultural…🙂

      Suka

  3. jadi, adanya pendiddikan multikultural ini dapat membantu kita untuk saling menghormati, menghargai sesama kita manusia walaupun ada perbedaan-perbedaan tsb seperti perbedaan ras, suku, agama, adat istiadat. Dan pendidikan multikultural ini sangat bermanfaat di pelajari di sekolah, masyarakat, maupun dimana aja.

    syalom…….

    Suka

    • dengan melakukan sosialisasi mulai dari keluarga dulu, baru di masyarakat arianto.. Pandangan etnosentrisme, diskriminasi dan lain sebagainya yang memandang budaya orang lain itu tidak baik, maka akan memicu pertikaian.
      Salam Multikultural.

      Suka

  4. Bagaimana Pendidikan multikultural itu diintegrasikan pada sistem pendidikan nasional yang meberikan penekanan sesuai dengan kebutuhan nasional.
    dari Gerianu zai

    Suka

    • misalnya dlm proses belajar mengajar, Guru tidak boleh membeda-bedakan siswanya Geri. bahkan dlm pemberian nilai tidak boleh memihak pada satu pihak. penilaian harus seobjektif mungkin. Dalam Proses pembelajaran juga guru harus menasehati siswa akan keberagaman ini.

      Suka

  5. Yaahowu pak.,
    Pendidikan multikultural ini sangat baik untuk kita laksanakan atau melangsungkannya di dalam hidup bermasyarakat untuk menjalin interaksi yang baik dengan sesama. Namun, kenyataan yang kita temui didalam hidup bermasyarakat sangat jauh dari apa yang kita harapkan yang terkait pada pendidikan multikultural.Terutama,didalam keagamaan yang seharusnya kita saling menghargai setiap orang yang berbeda agama dengan kita. Akan tetapi, sekarang ini banyak yang saling mengejek atau menghina agama orang lain.

    Jadi pak, bagaimana kita dapat menyikapi hal-hal yang seperti ini, sehingga masyarakat atau orang-orang tertentu dapat saling menghargai ataupun tidak saling menghina agama orang lain..?
    lalu, bagaimana kita Mengembangkan kepekaan dan pemahaman terhadap orang lain, termasuk kelompok-kelompok budaya di Indonesia..??

    makasih sebelumnya ya pak.,,,
    Yaahowu.

    Suka

    • Dimulai dari diri sendiri Kristin dengan menghilangkan cara pandang etnosentisme. klw bisa diterapkan dlm proses pembelajaran, misalnya dengan mencari sela waktu untuk menasehati siswa akan indahnya keberagaman ini.
      kira2 seperti begitu caranya Kris..
      Salam Multikultural.
      Ya’ahowu.

      Suka

  6. Bagaimana cara kita menerapkan pend,multikultural itu diluar lingkungan sekolah atau dimasyarakat..?

    Suka

    • dengan cara keterbukaan dan tidak membeda-bedakan siapapun dy Linex. dlm hal ini perlu adanya dialog secara terbuka dan semaksimal mungkin menghilangkan pandangan Etnosentrisme Stereotip, prasangka, rasisme, diskriminasi dan scape Goating..
      kira2 seperti begitu Linex.
      salam multikultural.
      Ya’ahowu.

      Suka

  7. Met mlm Pak…
    Apakah pendidikan multikultural tersebut hanya penting diajarkan di sekolah-sekolah dan bagaimana dengan masyarakat biasa atau masyarakat yang tidak bersekolah,..?

    Suka

  8. Syalom Pak….
    Bagaimana cara menerapkan dan menjaga makna, serta nilai-nilai yang terdapat dalam pendidikan multikultural tetap ada di dalam masyarakat?

    Suka

  9. bagaimana cara kita agar indonesia tidak mengalami kerusuhan,peperangan,pembunuhan dan tidak menghargai budaya satu sama lain dlm pemdidikan multikultural.

    Suka

  10. selamat malam pak……
    bagaimana cara kita pak menerapkan pendidikan multikultural dan dapat diintergrasikan ditengah tengah masyarakat yang tdak bersekolah sehingga tidak menimbulkan pandangan yang bersifat stereotip…….
    salam pendidikan multikultural.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s