Teori tentang Peran (Theory of role)

          Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Alwi,2007:17), peran diartikan sebagai perangkat yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. Menurut Soekanto (2012:213) “peranan (role) disebut sebagai aspek dinamis kedudukan (status)”. Apabila seseorang melaksanakan hak dan prkewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka dia telah menjalankan suatu peranan. Keduanya sangat berkaitan dan tak dapat dipisah karena yang satu tergantung pada yang lain dan begitu juga sebaliknya. Tidak ada ada peranan tanpa kedudukan atau kedudukan tanpa peran.

       Menurut Soekanto (2012:217), kedudukan merupakan tempat seseorang dalam suatu pola tertentu dan seseorang dapat memiliki beberapa kedudukan. Ada dua macam kedudukan yang dikembangkan dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut:

  1. Ascribed status yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan. Kedudukan tersebut diperolah karena kelahiran.
  2. Achieved status yaitu kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja. Kedudukan ini tidak diperoleh atas dasar kelahiran, tetapi bersifat terbuka bagi siapa saja, tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya.

Terkadang dalam masyarakat dibedakan lagi satu macam kedudukan yaitu assignedstatus yang merupakan kedudukan yang diberikan. Assigne-status tersebut sering mempunyai hubungan erat dengan achieved status, dalam arti bahwa suatu kelompok atau golongan memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang yang berjasa, yang telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

Perilaku individu dalam kesehariannya hidup bermasyarakat berhubungan erat dengan peran. Hal ini disebabkan karena peran mengandung hal dan kewajiban yang harus dijalani seorang individu dalam bermasyarakat. Sebuah peran harus dijalankan sesuai dengan norma-norma yang berlaku juga di masyarakat. Seorang individu akan terlihat  status sosialnya hanya dari peran yang dijalankan dalam kesehariannya. Hubungan-hubungan sosial yang ada dalam masyarakat merupakan hubungan antara peranan-peranan individu dalam masyarakat. Dalam Soyomukti (2010:384) dijelaskan bahwa suatu peranan paling sedikit mencangkup tiga hal, yaitu:

  1. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat. Peranan dalam arti ini merupakan rangkaian peraturan-peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan kemasyarakatan
  2. Peranan dalam suatu konsep apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organis.
  3. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial.

Lebih lanjut Soekanto (2012:213) mejelaskan bahwa peranan yang melekat pada diri seseorang harus dibedakan dengan posisi dalam pergaulan masyarakat. Posisi seseorang dalam masyarakat (yaitu Social position) merupakan unsur statis yang menunjukkan tempat individu pada organisasi masyarakat. Peranan lebih banyak menunjuk pada fungsi, penyesuaian diri dan sebagai suatu proses. Jadi seseorang menduduki suatu posisi dalam masyarakat serta menjalankan suatu peranan. Peranan menentukan apa yang diperbuatnya bagi masyarakat serta kesempatan-kesempatan apa yang diberikan masyarakat kepadanya. Pentingnya peranan adalah karena ia mengatur perilaku seseorang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s